Ingat Dieng — Panduan wisata Dataran Tinggi Dieng | ingatdieng.com
Suhu Dieng ditentukan oleh satu angka: ketinggian sekitar 2.000 m dpl. Dari situ turun semua angka lain — siang 18-25°C, malam 8-15°C, dan dini hari 0-5°C pada puncak kemarau.
Dataran Tinggi Dieng berada di ketinggian sekitar 2.000 m dpl, dengan titik datarannya ±2.093 m. Pada ketinggian ini suhu siang tidak pernah benar-benar panas: rentangnya 18-25°C, dan malam turun ke 8-15°C sepanjang tahun.
Perbedaan musim di Dieng lebih terasa pada dini hari daripada siang. Pada puncak musim kemarau, Juni-Agustus, suhu sebelum subuh bisa jatuh ke 0-5°C. Pada jam-jam itulah embun membeku menjadi lapisan es tipis yang oleh warga lokal disebut bun upas.
On narrow screens, swipe or scroll the plate sideways.
Bun upas tidak muncul setiap hari dan tidak bisa diprediksi per tanggal. Ia membutuhkan kombinasi langit cerah, angin tenang, dan suhu mendekati nol — kondisi yang paling sering terpenuhi pada Juni-Agustus. Di luar bulan-bulan itu, jangan berangkat dengan harapan melihatnya.
Musim kemarau, Mei-September, menjadi periode kunjungan utama bukan hanya karena bun upas. Langit pagi yang bersih membuat matahari terbit — pukul 05.15-05.45 WIB — lebih sering terlihat dari Sikunir. Di musim hujan, kabut lebih sering menutup puncak pada jam yang sama.
Praktisnya: bawa pakaian berlapis. Siang 18-25°C cukup dengan jaket ringan, tetapi menunggu sunrise pada suhu 8-15°C — apalagi 0-5°C — membutuhkan jaket tebal, sarung tangan, dan penutup kepala. Untuk rute menuju kawasan, lihat Rute dan Waktu Tempuh ke Dieng; untuk urutan kunjungannya, lihat Sikunir dan Telaga Warna: Rencana Kunjungan.
Further reading